"Pandanglah diri kita lebih jelek dari orang lai" dalam hal iman, ilmu dan amal"
पेपथा:Apabila engkau bertemu seseorang hendaklah engkau memandangnya lebih utama daripada kamu, dan katakanlah "mungkin dia lebih baik disisi Allah dan lebih tinggi derajatnya,
apabila dia lebih kecil, maka katakanlah "orang ini tidak tidak berbuat dosa kepada Allah sedangkan aku telah banyak melakukan dosa, maka tidak ragu lagi dia lebih baik daripada aku.
apabila dia lebih kecil, maka katakanlah "orang ini tidak tidak berbuat dosa kepada Allah sedangkan aku telah banyak melakukan dosa, maka tidak ragu lagi dia lebih baik daripada aku.
Dan apabila keadaan orang yang kau lihat lebih tua, hendaklah engkau mengatakan"orang ini telah banyak ibadahnya sebelum aku"
apabila keadaan orang yang kau jumpai adalah seorang alim, hendaklah engkau katakan "orang ini telah diberi sesuatu (anugrah) yang belum aku dapatkan dan ia telah mengetahui apa yang belum aku ketahui serta telah mengamalkan ilmunya,
apabila keadaan orang yang kau jumpai adalah seorang alim, hendaklah engkau katakan "orang ini telah diberi sesuatu (anugrah) yang belum aku dapatkan dan ia telah mengetahui apa yang belum aku ketahui serta telah mengamalkan ilmunya,
Dan apabila orang yang kau jumpai itu orang bodoh, hendaklah kau berpikir dan mengatakan "Orang ini durhaka kepada ALLah karena kebodohannya sementara aku berbuat dosa padahal aku berilmu, aku tidak tahu dengan apa aku diakhiri atau dengan apakah dia diakhiri kehidupannya (Khusnul hotimah atau Suul hotimah)
Dan apabila keadaan orang yang kau jumpai itu kafir, katakanlah "aku tidak tahu mungkin aku menjadi kafir sehingga aku berakhir dengan amal yang jelek"
Ket :
Islam tidak membeda bedakan manusia karena perbedaan harta, tahta atau turunan, akan tetapi islam mengajarkan manusia sama derajatnya disisi ALlah, dan manusia yang lebih mulia adalah manusia yang lebih takwa diantara manusia yang lain.


